Tradisi Bhe’ Gerbis; Perpaduan Agama dan Seni Lokal Madura (Studi Kasus di Desa Rajun Pasongsongan Sumenep)

Authors

  • Hayatullah Pondok Pesantren Ar-Raudhah Rajun Pasongsongan Sumenep

Abstract

This research tries to reveal the Bhe' Gherbis tradition in Rajun Pasongsongan as a local art and cultur mixed with religious views and values. This research is a field research with a qualitative approach. The data analysis used is interactive analysis of Miles and Huberman model having three stages and activities simultaneously: data reduction, data disply and conclusion drawing/verification. The results of research show that: a) traditions that have become habits in society have taken root and become religious rituals by some people. This cannot be separated from the indigenous Islamic mission and thoughts which promote the preservation of religion, but do not eliminate the traditions inherited from their ancestors; b) traditions are built from the local community's philosophy of life which is processed based on views and life values ??whose truth and benefits are recognized. c) the entry of Islam into the archipelago and in subsequent developments there have been cultural interactions that influence each other. d) Local art which combined with Islamic phrases, becomes a new attraction for the Rajun community without causing significant tension.

References

Aziz, Abd. (2009). Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: Teras.

Ali, Said Isma’il, (2014). al-Usul al-Thaqafiyyah li al-Tarbiyah. Kairo: Dar al-Salam.

‘Ali, Muhammad Abdul Muhammad ‘Asi. (2007). al-Maqasid al-Shar’iyah wa Atharuha fi-Fiqh al-Islami, Kairo: Dar al-Hadith,

al-Munawwar, Said Agil Husin. (2003). Al-Qur’an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki, Jakarta: Ciputat Press.

al-Jabiri, M. Abid, (1994). al-Dimuqra’ iyyah wa Huquq al-Insan. Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah al-‘Arabiyah.

al-Mansi, M. Qãsim, (2010). Taghayyur al-‘uruf wa Atharuhu fi Ikhtilaf al-Ahkam fi al-Shari’ah al-Islamiyah. Kairo: Dar al-Salam.

al-Banna, Jamal, (2008). Manifesto Fiqih Baru 3: Memahami Paradigma Fiqih Moderat, terj. Hasibullah Satrawi dan Z4hairi Misrawi Jakarta: Penerbit Erlangga.

al-Zuhayli, Wahbah, (1998). Usul Fiqh al-Islami. Vol.2 , Beirut: Dar al-Fikr.

Azzam, Abdul Aziz Muhammad, (2005). al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, Surabaya: Toha Putra.

Azra, Azyumardi, (2002). Jaringan Global dan Lokal Islam Nusantara. Bandung: Mizan.

al-Usufi, Najm al-Din, (1998). Kitab al-Ta’yin fi Sharh al-‘Arba’in. Beirut: Mua’ssasat al-Rayyan.

Azwar, Saifuddin. (2011).Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (Cet. XII).

Baso, Ahmad, ed, (2017). Al-Jabiri, Eropa dan Kita. Jakarta: Pustaka Afid.

Bagong, Suyanto & J.D., Narwoko. (2007). Sosiolagi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta: Kencana.

Bungaran Antonius Simanjuntak, (2016). Tradisi, dan Ekseptasi Modernisasi pada Masyarakat Pedesaan Jawa, Jakarta: Pustaka Obor Indonesia.

Elliot, T.S. (1989). “The Religious Basic of Culture”, dalam jurnal Religius Studies, Vol, 23, N.1-4.

Djamal, Abdul, dkk, (2000). Islam dan Kebudayaan Jawa, Semarang: Gema Media.

Depag RI. (2012). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Surabaya: Duta Surya.

Dirjosanjoto, Pradjarta, (1999). Memelihara Umat: Kiai Pesantren-Kiai Langgar di Jawa. Yogyakarta: LkiS.

Duija, Nengah, I (2005). “Tradisi Lisan, Naskah dan Sejarah”, Wacana, Vol 7 No. 2, Oktober.

Dhuwayb, Hammadi. (2005). al-Sunnah bayn al-Usul wa al-Tarikh. Beirut: al-Markaz al-Thaqafi al-‘Arabi.

Fatah, Munawwir Abdul, (2006). Tradisi Orang-Orang NU. Yogyakarta: Pustaka Pesantren,.

Geertz. Clifford. (2014). Agama Jawa “Abangan Santri Priyayi dalam Kebudayaan Jawa, terj. Aswab Makasin, Depok, Komunitas Bambu.

Herry Muhammad, (2008). Tokoh-Tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20. Jakarta: Gema Insani.

Haerussaleh, “Sapé sonok di Kabupaten Sumenep: Nilai Tradisi dan Transenden Pendekatan Sosiologi Sastra, FKIP Universitas Dr. Soetomo.

Hefni, Muhammad (2013). “Lok-olok Dalam Tradisi Lisan di Madura,” Karsa, Vol. 21 No. 2, Desember.

Hélène Bouvier. (2002). Lèbur! Seni Musik Pertunjukan dalam Masyarakat Madura, Jakarta: Forum Jakarta-Paris Ecole Francaise d’Extreme-Orient, Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan, Yayasan Obor Indonesia.

Ibnu Ahmad al-Mahalli, Jalaluddin Muhammad. dan Imam as-Suyuti, (tt).Tafsir al-Qur’anil ‘Adzim li al-Imam al-Jalalain. Juz 2. Surabaya: Al-Hidayah.

Ibnu Muhammad al-Husaini, Taqiyuddin Abu Bakar. (tt). Kifayatul Akhyar. Juz 1. Surabaya: Maktabah al-Hidayah.

J. Moleong, Lexy. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. (Cet. XXIV).

Kleden, Ignas. (tt). Sikap Ilmiah dan Kritik Kebudayaan. Jakarta: Anggota IKAPI.

Kahmad, Dadang. (2002). Sosiologi Agama, Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya.

Kafuri, al-Mubar, Shafi al-Rahman. (2010). al-Rahìq al-Makht?m: Bahts fi al-Sirah al-Nabawiyyah ‘alâ Shahibihâ Afadal al-Shalah wa al-Salâm, Mesir, Dâr al-Wafâ,

Kasmiran, Wuryo. (1983) Pengantar Ilmu Jiwa Sosial. Jakarta: Erlangga.

Kartono, Kartini. (1996), Psikologi Umum. Bandung: Bandar Maju. (Cet. III).

Kartanegara, Mulyadi. (2007). Mengislami Nalar: Sebuah Respon terhadap medernitas, Jakarta: Erlangga.

Kesenian Komancer Desa Ambunten, http://globalcn.us/video/6JnDy7YjXS4/kesenian-komancer-desa-ambunten.html, akses tanggal 27 Juni 2018.

Koenejaraningrat. (1985). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Liliweri, Alo. (2014). Pengantar Studi Kebudayaan. Bandung: Nusa Media.

M. Setiadi, Elly, dkk. (2010). Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Edisi Kedua. (Cet. VI).

Machasin. (2012). Islam Dinamis Islam Harmonis. Yogyakarta: LKiS.

Mahmud Syaikh Syaitut. (2006). Fatwa-Fatwa Penting Syaikh Shaitut (dalam hal Aqidah perkara Ghaib dan Bid’ah), Jakarta: Darus Sunnah Press.

Madjid, Nurcholish. (1992). Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta: Paramadina.

Mahmud. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Mead, Herbert, (tt). George, Mind, Self and Sosiety: From The Standpoint of a Social Behaviorist, Chicago: University of Chicago Press.

Mistoltoify, Zulkarnain, ) 2010). “Kéjhungan: Gaya Nyanyian Madura dalam Pemaknaan Masyarakat Madura Barat Pada Penyelenggara Tradisi Rémoh.”Resital: Vol. 11 No. 1, Juni?

Mubarok, Jaih, 2008. Sejarah Peradaban Islam, Bandung: Pustaka Islamika.

Muhammad, Hasyim. (2002). Dialog Tasawuf dan Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muhaimin, (2001). Islam dalam Bingkai Budaya Lokal: Potret dari Cirebon, Jakarta: Logos.

Munawwir, Ahmad Warson. (1997). Al-Munawwir, Kamus Arab-Indonesia. Surabaya: Pustaka Progressif.(Cet. XIV).

Muniron, dkk. (2010). Studi Islam di Perguruan Tinggi. Jember: STAIN Jember Press.

Muthohar, Ahmad, (tt). Perayaan Rebo Wekasan “Studi Atas Dinamika Pelaksanaan bagi Masyarakat Muslim Demak, ttp, tp.

Nurdiana, Venita, (tt). “Pangantan Tandhu Tradisi Pernikahan Masyarakat Desa Legung Kabupaten Sumenep.” Prodi Pendidikan Sejarah: Uviversitas Negeri Malang.

Nasr, Hossein Sayyed, terj Afif Muhammad. (1933). Spritualitas dan Seni Islam. Bandung, Mizan.

Observasi penulis terhadap kompolan tradisi-tradisi masyarakat yang dibentuk arisan, Rajun 02 Mei 2018.

Observasi kegiatan Bhe’ Gherbis yang dilakukan oleh masyarakat Rajun setiap malam Ahad, 5 Mei 2018.

Pemerintah Desa Rajun, 2013. Profil Desa Rajun, Pasongsongan: Arsip Desa Rajun.

Proyek Binbaga Perguruan Tinggi Agama/IAIN. (1982). Perbandingan Agama I, Jakarta: IAIN.

Rahardjo, M. Dawan. (2002). Ensiklopedi al-Qur’an: Tafsir Sosial berdasarkan Konsep-konsep Kunci, Jakarta: Paramadina.

Rizali, Nanang, “Kedudukan Seni Dalam Islam.”Tsaqafa: Jurnal Kajian Seni Budaya Islam, Vol. 1, No. 1, Juni 2012

Ritzer, George dkk, Teori Sosiologi Modern, Jakarta: Kencana Prenada Group, 2008), ed, Tri Wibowo Budi Santoso.

Robertson, Ronald. (1988). Agama dalam Analisis dan Interpretasi Sosiologi, Jakarta: Rajawali.

Safioeddin, Asis. (1976). Kamus Bahasa Madura Indonesia, Surabaya: CV Kanindra Suminar.

Santoso, Suber Budhi. (1989). Tradisi Lisan sebagai Sumber Informasi Kebudayaan dalam Analisa Kebudayaan, Jakarta, Depdikbud.

Setiawan, Ebta. (2010-2012). KBBI Offlineversi 1.4.Freeware. Bisa didownload di http://ebsoft.web.id

Shihab, Quraish. 1996. Wawasan Al-Qur’an, Bandung: Mizan.

Shihab, M. Q. (2012). Membaca Sirah Nabi Muhammad Saw. dalam Sorotan al-Qur’an dan Hadits-Hadits Shahih, Jakarta: Lentera Hati.

Sutrisno SJ, Mudji. (2014). Membaca Rupa Wajah Kebudayaan, Yogyakarta: Kanasius.

Soekarto, Soerjono. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers. (Cet. XXXXIV).

Suprapto, (2010). Semerbak Dupat di Pulau Masjid, Jakarta: Kencana.

Somad, Muhyidin Abdos, 2005. Tahlil dalam Pandangan al-Qur’an dan as-Sunnah, Surabaya: PP Nurul Islam.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. (Cet. Ke-16)

Tago, Zainudin Mahli. (2013). “Agama dan Integrasi Sosial Dalam Pemikiran Clifford Geertz.” Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Volume 7, nomor 1, Juni.

Taufiqurrahman, (2007). “Identitas Budaya Madura,“Karsa, Vol. XI No. 1, April.

Thohir, Abdullah al-Kaff. (1997). Status Tahlilan dalam al-Quran dan al-Hadits, (Surabaya: Perguruan Islam “al-Ustadz Umar Baradja”.

Thoyibi, M., ed, (2003). Sinergi Agama & Budaya Lokal: Dialektika Muhammadiyah dan Seni Lokal, (Yogyakarta: UMP UMS.

Wawancara dengan H. Hafidz, pengurus tradisi Bhe’ Gherbis, di Masjid Baiturrahman Taretah Rajun, tanggal 25 Januari 2018.

Wawancara dengan K. Fudhaili Ilyas, tokoh sekaligus ketua kompolan tradisi Hadrah Konah, di desa Rajun, tanggal 22 Juni 2018.

Wawancara dengan K. Zubairi Ilyas, Tokoh sekaligus Pengasuh PP. Arraudhah, di Rajun, tanggal 20 Juni 2018.

Wawancara dengan Bapak Sonhaji, Takmi masjid at-Takwa sekaligus ketua kompolan tradisi pembacaan salawat Nariyah, di Masjid at-Takwa desa Rajun, tanggal 22 Juni 2018.

Wawancara dengan H. Abd. Wari, guru ngajih sekaligus ketua kompolan tradisi Sabellesen, di desa Rajun, tanggal 22 Juni 2018.

Wawancara dengan K. Jufri Ilyas, ketua kompolan tradisi Komanceran, di desa Rajun, tanggal 24 Juni 2018.

Yasid, Abu, 2005. Fiqh Realitas Respon Ma’had Aly terhadap wacana Hukum Islam Kontemporer, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2024-01-01

Issue

Section

Articles