Disharmonisasi Keluarga dalam Al-Qur’an (Studi Psikologi Terhadap Kisah Keluarga Nabi Nuh dan Nabi Luth)

  • Fathurrosyid Fathurrosyid Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Sumenep
  • Abdul Basid Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Sumenep
  • Ainur Rahmah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Sumenep

Abstract

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa disharmonisasi kisah keluarga Nabi Nuh tergolong dalam alur progresif. Karena jalinan peristiwanya dimulai dari situation, generating circumstances, rising action, climax, sampai pada tahap denoument. Sedangkan alur disharmonisasi kisah keluarga Nabi Luth tergolong dalam alur progresif-regresif (campuran). Karena menggabungkan antara plot lurus dan sorot balik. Kedua, adapun faktor yang mempengaruhi disharmonisasi kisah keluarga Nabi Nuh diantaranya adalah: adanya pergulatan psikologi manusia, reservasi budaya dan rasa takut hilangnya dominasi ekonomi. Adapun faktor yang mempengaruhi disharmonisasi kisah keluarga Nabi Luth diantaranya adalah: adanya pergulatan psikologi manusia dan dorongan fisiologis. Sedangkan apabila dilihat dari kacamata psiko harmoni sebuah keluarga, maka peran Nabi Nuh adalah tergolong kepada type mover dan peran Wa’ilah (istrinya) dan Kan’an (putranya) adalah tergolong kepada type opposer. Demikian halnya dengan Nabi Luth. Type peran Nabi Luth adalah adalah tergolong kepada mover, dan Wahilah (istrinya) adalah tergolong kepada type opposer.

Published
2022-03-15
How to Cite
FATHURROSYID, Fathurrosyid; BASID, Abdul; RAHMAH, Ainur. Disharmonisasi Keluarga dalam Al-Qur’an (Studi Psikologi Terhadap Kisah Keluarga Nabi Nuh dan Nabi Luth). Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 126-144, mar. 2022. ISSN 2621-1149. Available at: <https://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/292>. Date accessed: 01 oct. 2022.
Section
Articles