Zakat Profesi Menurut Pandangan Yusuf Al Qardhawi

  • Masyhuri Masyhuri Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-GUluk Sumenep
  • Mutmainnah Mutmainnah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-GUluk Sumenep

Abstract

Penelitian ini membahas pandangan Dr. Yusuf Al Qordhawi tentang zakat profesi dalam kitabnya fiqih zakat, serta istinbath hukum yang digunakannya. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat Dr. Yusuf Al Qordhawi mengenai zakat profesi serta istimbat hukum yang digunakannya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (librarireseach). Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan hasil penyajian dengan bentuk diskriptif yaitu mengumpukkan data-data dan kemudian melaksanakan stud ikepustakaan daribeberap aliteratur tertulis. dalam penelitian ini dapat di simpulkan bahwa Menurut Yusuf Al Qardhawi, harta yang diproleh dari hasil profesi itu juga wajib di keluarkan saat menerima, artinya tanpa menunggu masa satu tahun (haul) asalkan mencapai nishab, dengan pengeluaran sebesar 2,5 % yang di qiyaskan pada zakat emas dan perak bisa juga diqiyaskan pada zakat pertanian. Metode istinbath hukum qiyasi artinya penyamaan/penyerupaan terhadap zakat emas dan perak juga  dengan zakat perdagangan.

Published
2021-03-16
How to Cite
MASYHURI, Masyhuri; MUTMAINNAH, Mutmainnah. Zakat Profesi Menurut Pandangan Yusuf Al Qardhawi. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 122-144, mar. 2021. ISSN 2621-1149. Available at: <https://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/186>. Date accessed: 18 sep. 2021.
Section
Articles