Nasikh Mansukh dalam Studi Ilmu Alquran

  • Dainori Dainori Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Terate Sumenep

Abstract

Di dalam Alquran, kata nasakh dalam berbagai bentuknya ditemukan sebanyak empat kali, yaitu dalam QS. 2:106, 7:154, 22:52, dan 45:29. Dari segi etimologi, kata tersebut dipakai dalam beberapa arti, antara lain pembatalan, penghapusan, pemindahan dari satu wadah kewadah yang lain, pengubahan dan sebagainya, dinamakan nasikh. Sedangkan yang dibatalkan, dihapus, dipindahkan, dan sebagainya, dinamakan mansukh. Perlu digarisbawahi bahwa para ulama’ sepakat tentang tidak ditemukannya ikhtilaf dalam arti kontradiksi dalam kandungan ayat-ayat Alquran. Dalam menghadapi ayat-ayat yang sepintas lalu dinilai memiliki gejala kontradiksi, mereka mengkompromikannya. Pengkompromian tersebut ditempuh oleh satu pihak tanpa menyatakan adanya ayat yang telah dibatalkan, dihapus atau tidak berlaku lagi, dan ada pula yang menyatakan bahwa ayat yang turun kemudian telah membatalkan kandungan ayat sebelumnya, akibat perubahan kondisi sosial. Apapun cara rekonsiliasi tersebut, pada akhirnya mereka sependapat bahwa tidak ada kontradiksi dalam ayat-ayat Alquran. Karena disepakati bahwa syarat kontradiksi antara lain, adalah persamaan subjek, objek, waktu, syarat, dan lain-lain.

Published
2019-03-15
How to Cite
DAINORI, Dainori. Nasikh Mansukh dalam Studi Ilmu Alquran. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 1-18, mar. 2019. ISSN 2621-1149. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/97>. Date accessed: 24 sep. 2019.
Section
Articles