(De)rekonstruksi Nalar Islam ala Muhammad Arkoun: Gagasan Prinsip Hermeneutika dan Semiotika al-Qur’an

  • Washil Washil Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Sumenep

Abstract

Tulisan ini hendak menjelaskan pemikiran Muhammad Arkoun tentang (de)rekonstruksi nalar Islam. Arkoun adalah pemikir Islam kontemporer yang menekankan nalar Islam dalam ranah rekonstruksi pemahaman teks terhadap al-Qur’an secara menyeluruh. Arkoun memiliki pemikiran yang sama dengan al-Jabiri dalam mengkritik sebuah nalar, yaitu Islam atau Arab. Muhammad Arkoun termasuk pemikir Islam kontemporer liberal-reformistik-rekonstruktif. Ia berusaha men-de(re)konstruksi nalar Islam dengan metode hermeneutika kritis-historis dan semiotik. Pendekatan yang ia lakukan adalah antropologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa Arkoun mengambil ilmu-ilmu Barat (semiologi, filologi, dan dekonstruksi Derrida) sebagai pisau analisis dalam mengkaji al-Qur’an. Menurut Arkoun, nalar/akal/pikir Islam terbagi tiga pembagian sejarah. Pertama, Nalar Arab Islam Klasik. Kedua, Nalar Islam Ortodoks. Ketiga, Nalar Islam Modern.

Published
2018-09-15
How to Cite
WASHIL, Washil. (De)rekonstruksi Nalar Islam ala Muhammad Arkoun: Gagasan Prinsip Hermeneutika dan Semiotika al-Qur’an. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 466-478, sep. 2018. ISSN 2621-1149. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/96>. Date accessed: 17 aug. 2019.
Section
Articles