Tradisi Sandor: Konstruksi Makna Keberagamaan Masyarakat Gresik Putih Gapura Sumenep Madura

  • Ah. Mutam Muchtar Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Sumenep

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tradisi sandor yang dipraktikkan masyarakat Gresik Putih, Gapura, Sumenep. Tradisi sandor merupakan salah satu bentuk ritual untuk keselamatan warga dengan slametan pada bhuju atau kuburan keramat yang ada di sekitar desa. Di desa tersebut terdapat tiga bhuju yang dianggap keramat oleh masyarakat, yaitu bhuju’ Agung Suleaman, Agung Somani dan bhuju’ Koning. Penelitian ini menggunakan teori tentang motive atau alasan suatu tindakan dilakukan, dimana tradisi dalam masyarakat dilestarikan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Marx Weber. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat melestarikan tradisi ini karena ada motif tujuan atau in order motif dan motif sebab atau because motif. Motif tujuan ini meliputi motif yang bersifat psikologis, yang berkaitan dengan ketentraman dan keselamatan. Dan motif Pragmatis yang berkaitan dengan pekerjaan, jabatan dan nilai materi. Sedangkan motif sebab meliputi motif agama yang berkaitan dengan doktrin dan keyakinan agama dan aspek budaya yang berkaitan kebutuhan akan pelestarian akan perhormatan terhadap leluhur.

Published
2018-09-15
How to Cite
MUCHTAR, Ah. Mutam. Tradisi Sandor: Konstruksi Makna Keberagamaan Masyarakat Gresik Putih Gapura Sumenep Madura. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 437-465, sep. 2018. ISSN 2621-1149. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/95>. Date accessed: 17 aug. 2019.
Section
Articles