Perempuan Pamekasan Madura dan Organisasi Radikal (Kajian Resiliensi Perempuan atas Aliran Hizbut Tahrir Indonesia [HTI] di Pamekasan Madura)

  • Ach. Khatib Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Sumenep

Abstract

Artikel ini membahas Dinamika Islam dan keberagamaan di Indonesia dewasa ini yang menunjukkan fenomena menarik. Pasalnya, gerakan Islam global atau “gerakan Islam transnasional”, mulai marak dan mendapatkan pengikut di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Di Pamekasan Madura, HTI mulai berkembang. Masyarakat Pamekasan dikenal sebagai masyarakat santri. Perempuan Pamekasan mulai gelisah dan kemudian melakukan resiliensi. Perempuan Pamekasan terbukti bukan perempuan yang abai atas isu-isu keagamaan, hanya peduli masalah tomang-dhepor (tungku-dapur), terisolasi, hanya tunduk dan patuh; melainkan mereka justru melakukan resiliensi.

Published
2018-09-15
How to Cite
KHATIB, Ach.. Perempuan Pamekasan Madura dan Organisasi Radikal (Kajian Resiliensi Perempuan atas Aliran Hizbut Tahrir Indonesia [HTI] di Pamekasan Madura). Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 353-368, sep. 2018. ISSN 2621-1149. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/91>. Date accessed: 17 june 2019.
Section
Articles