Tata Kota Sumenep Berbasis Teologi Sebagai Konstruksi Sosial dalam Mewujudkan Harmoni

  • Ach. Taufiqil Aziz Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang Tata Kota Sumenep yang dibangun oleh Penembahan Somala memiliki nilai-nilai teologis yang penting. Letak Kraton, Alun alun, Masjid dan Asta Tinggi merupakan perwujudan secara nyata dari pola relasi Hablum Minal Allah Hablum Minannas, Hablum Minal Alam. Dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial Peter L Berger, dapat diketahui bahwa tata kota sumenep merupakan wujud kongkret dari wajah Masyarakat Sumenep. Meski berada di dalam Bagian dari Madura, tetapi Masyarakat Sumenep memiliki perbedaan yang cukup unik dengan kabupaten lainnya. Terutama kultur masyarakatnya yang memiliki harmoni sosial yang cukup tinggi. Sumenep sepi dari konflik sosial. Hal ini dilatari oleh masa lalunya sebagai lintasan berbagai peradaban dunia yang masuk melalui pelabuhan Kalinget. Namun demikian, tata kota sebagai simbol penting tersebut didukung oleh aktor lain yang terlibat dalam membentuk masyarakat Sumenep. Aktor tersebut dapat dilihat dari alam piker masyarakat yang mengenal ketundukan dalam relasi Bhepa’ Bhebu’ Guruh Ratoh. Hasil kreasi dari tiga ketundukan tersebut melahirkan “tengka”, akhlak dan karakter Sumenep yang khas. Nilai harmoni tersebut dapat dilihat dalam bahasa local yang terejawantah dalam taretan dhibik, settong dhere, rampak naong beringin Korong dan jung ojung lombung.

Published
2018-05-10
How to Cite
AZIZ, Ach. Taufiqil. Tata Kota Sumenep Berbasis Teologi Sebagai Konstruksi Sosial dalam Mewujudkan Harmoni. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 76-111, may 2018. ISSN 2621-1149. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/70>. Date accessed: 16 aug. 2018.
Section
Articles