Ayat-Ayat Sajadah dalam Al-Qur’an Perspektif Fenomenologi

  • Moh Jazuli Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Sumenep

Abstract

Ayat-ayat sajadah merupakan ayat-ayat yang apabila membaca atau mendengarnya disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah. Cara memperlakukan ayat ini berbeda dengan ayat-ayat yang bukan ayat sajadah. ayat ini merupakan ayat yang diperlakukan istimewa oleh umat islam. Jika pada ayat yang lain mereka hanya disunnahkan untuk mengucapakan kalimat tertentu, semisal kata amîn ketika membaca akhir surat al-Fatihah, tapi pada ayat ini umat islam disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah. Kata yang digunakan dalam ayat sajadah ini (yang menyebabkan ayat tersebut tergolong dalam ayat-ayat sajadah) berbeda-beda. Ada kata yang menggunakan redaksi  berita (khabari) dan yang ada menggunakan redaksi perintah (insya’i yang amar). Meskipun redaksi yang digunakan dalam ayat sajadah ini berbeda-beda, namun kesunnahan untuk melakukan sujud bagi yang membaca dan mendengar ayat ini tidak hilang karena perbedaan redaksi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa fenomena yang terdapat dalam ayat-ayat sajadah ini adalah berbeda-bedanya redaksi yang digunakan dalam ayat ini. Perbedaan tersebut tidak dapat menghilangkan eksistensi ayat sajadah tersebut. Bahkan, perintah yang menggunakan redaksi khabari lebih tegas perintahnya dari pada redaksi yang menggunakan amar.

Published
2020-03-15
How to Cite
JAZULI, Moh. Ayat-Ayat Sajadah dalam Al-Qur’an Perspektif Fenomenologi. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 170-195, mar. 2020. ISSN 2621-1149. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/150>. Date accessed: 25 oct. 2020.
Section
Articles