Doktrin Islam dan Doktrin Pra-Islam (Apresiasi terhadap Ritus dan Dasar-Dasar Keyakinan)

  • Ach. Maimun Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Sumenep

Abstract

Islam diturunkan di tengah masyarakat yang telah berbudaya dan beragama, yaitu masyarakat Arab dan sekitarnya baik Arab paganis atau penganut agama  Yahudi dan Nasrani yang disebut ahlul kitab. Dengan demikian, tentu saja Islam berdialog dan memberikan apresisasi terhadap tradisi dan agama yang ada. Dalam konteks ini, ada tiga hal yang menjadi sorotan: (1) ‘aqidah (keyakinan), (2) ‘ibadah (ritus), (3) khuluq moral dan pranata sosial. Islam memberikan apresiasi terhadap tradisi dan agama sebelumnya di bawah kendali wahyu, tidak berdasar proses-proses sosial budaya. Dalam hal ini Islam menyikapinya dengan empat bentuk apresiasi: (1) apresiasi duplikatif, (2) apresiasi modifikatif, (3) apresiasi purifikatif, (4) apresiasi negatif. Dengan itu, banyak bagian dari tradisi dan agama sebelumnya yang menjadi bagian integrasi dari agama Islam baik melalui duplikasi atau modifikasi. Tapi ada juga ajaran dan tradisi yang dikembalikan ke aslinya karena mengalami penyimpangan melalui aparesiasi purifikasi. Ada juga tradisi dan ajaran yang sama sekali ditolak melalui apresiasi negatif, karena tak ada kesesuaian secara prinsip. Bentuk-bentuk apresiasi tersebut didasarkan pada kontruksi dan formulasi Islam yang jelas sebagai agama terakhir yang sempurna tapi tetap terbuka dengan tradisi dan ajaran lain jika bisa mengikuti konstruksi dan formulasinya.

Published
2020-03-15
How to Cite
MAIMUN, Ach.. Doktrin Islam dan Doktrin Pra-Islam (Apresiasi terhadap Ritus dan Dasar-Dasar Keyakinan). Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 108-125, mar. 2020. ISSN 2621-1149. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/147>. Date accessed: 25 oct. 2020.
Section
Articles