Barakah dalam Perspektif Komunitas Pesantren: Persepsi Santriwati yang Berstatus ‘Abdi Dhalem Kiai

  • Abdul Halim Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Sumenep

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep barakah dalam persepktif komunitas pesantren. Fokus penelitian ini adalah persepsi santriwati yang berstatus khadimah atau abdi dhalem kyai terhadap konsepsi barakah dan juga bagaimana konsep teologi agama mengenai esensi barakah yang dikenal dalam tradisi pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan studi kasus pada tiga pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren Al-Ihsan, Pragaan, Pondok pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, dan Pondok Pesantren Sumber Payung Ganding, Sumenep. Dalam menggunakan data di lapangan, peneliti menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsepsi barakah menurut persepsi santriwati yang berstatus khadimah atau abdi dhalem adalah tambahan kebaikan yang bersifat positif yang ditransmisikan oleh seseorang kepada orang lain, semisal dari seorang guru kepada muridnya, dari orang tua kepada anaknya, dari seorang kyai kepada santrinya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan bagi seseorang untuk memperoleh barakah dari orang-orang shaleh, diantaranya adalah tidak berani mengusik ketenangannya, memenuhi perintahnya dan tidak berbuat sesuatu yang dapat menyinggung perasaannya. Barakah yang diterima dapat berbentuk ilmu yang bermanfaat, kelapangan rizki, ketenangan dan kebahagiaan hidup.

Published
2020-03-15
How to Cite
HALIM, Abdul. Barakah dalam Perspektif Komunitas Pesantren: Persepsi Santriwati yang Berstatus ‘Abdi Dhalem Kiai. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 27-52, mar. 2020. ISSN 2621-1149. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/144>. Date accessed: 25 oct. 2020.
Section
Articles