Pudarnya Kharisma Kiai dalam Kontestasi Politik Lokal di Madura

  • Mohammad Hosnan Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Sumenep

Abstract

Artikel ini menjelaskan pudarnya kharisma kiai dalam percaturan politik lokal di Madura. Meskipun kiai, bagi orang Madura adalah tokoh sentral dalam segala aspek kehidupan, namun masyarakat mulai apatis dengan permainan politik kiai yang tidak ada bedanya dengan para politisi tulen. Sekarang ini, uang telah menjadi panglima, dan kharisma kiai mulai tergadaikan dengan permainan politik yang semakin kotor. Meskipun masih banyak kiai yang masih bertahan dengan idealisme keagamaan dan kejujuran, akan tetapi tidak sedikit pula yang terjebak dengan politik uang dalam pesta demokrasi. Maka dari itu, para kiai harus kembali meneguhkan nilai-nilai dan tradisi pesantren yang mulai ditinggalkan, seperti kesederhanaan, kejujuran, tanggung jawab, dan keterbukaan. Kiai harus menjadi garda terdepan dalam mengubah paradigma masyarakat tentang politik yang selalu dipahami dengan keculasan, korupsi, permainan anggaran, dan lain sebagainya.

Published
2020-06-15
How to Cite
HOSNAN, Mohammad. Pudarnya Kharisma Kiai dalam Kontestasi Politik Lokal di Madura. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 308-327, june 2020. ISSN 2621-1149. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/jpik/article/view/119>. Date accessed: 21 sep. 2020.
Section
Articles