Relasi Agama dan Kekuasaan dalam Pembentukan Hukum Islam di Nusantara Abad XIV-XIX

  • Moh Nur Fauzi Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung Banyuwangi

Abstract

This paper discusses the relationship between culture, religion, and power in the XIV-XIX century associated with the process of formation of Islamic law in Nusantara; the law that grows and develops as a result of dialectical process between the social and cultural reality of the people of Nusantara. This textual and contextual dialectics gives birth to a unique legal system because the archipelagic society is plural and multicultural social system. From this dialectical process, there is an acculturation that give rise to the contextual and progressive dynamics of Islamic law which respect local traditions and wisdom. Furthermore, the involvement of the power authority also contributes to its development. There are two strategies used in the development and establishment of Islamic law in Nusantara, namely cultural strategy and ideological strategy. At this point, Islamic law in Nusantara is experiencing rejuvenation because it always dialogues with the surrounding social reality. Ultimately, the discourse of Islamic law in Nusantara shows its existence as a unique and genuine legal system of Nusantara, in favor of universal human values, and not just the result of fixed Islamic thought and law of the past.

References

Addas, Claude. Mencari Belerang Merah Kisah Hidup Ibnu Arabi, terj. Zaimul Am. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2004.
Aizid, Rizem. Biografi Ulama Nusantara Disertai Pemikiran dan Pengaruh Mereka. Yogyakarta: Diva Press, 2016.
Al-Fayyadl, Muhammad. Teologi Negatif Ibnu ‘Arabi. Yogyakarta: LKiS, 2012.
al-Jabiri, Muhammad Abed. Formasi Nalar Arab (Takwin al-‘Aql al-‘Arabi) Kritik Tradisi dan Wacana Agama, terj. Imam Khoiri. Yogyakarta: IRCiSoD, 2014.
Endang Saifuddin Anshari. Wawasan Islam Pokok-Pokok Pikiran tentang Paradigma dan Sistem Islam. Jakarta: Gema Insani Press, 2003.
Arifin, Miftah. Wujudiyah di Nusantara Kontinuitas dan Perubahan. Jember-Yogyakarta: STAIN Press-Pustaka Pelajar, 2015.
Azra, Azyumardi. Jaringan Global dan Lokal Islam Nusantara. Bandung: Mizan, 2002.
_______ Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII Akar Pembaruan Islam Indonesia. Jakarta: Kencana Prenadamedia Grup, 2013.
Baso, Ahmad. NU Studies Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal. Jakarta: Erlangga, 2006.
________. “Kritik Nalar Melayu (4) Bangkitnya Nalar Tandingan “Nalar Ortodoksi.” Taswirul Afkar: Jurnal Refleksi Pemikiran Keagamaan Dan Kebudayaan. no. 9 (2000).
Badhawy, Zakiyuddin dan Mutohharun Jinan, Ed. Agama dan Pluralitas Budaya Lokal. Yogyakarta: Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2003.
Bustamam-Ahmad, Kamaruzzan. Islam Historis Dinamika Studi Islam di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher, 2017.
Engineer, Asghar Ali. Pembebasan Perempuan terj. Agus Nuryatno Yogyakarta: LKiS, 2003.
Fanani, Muhyar. Membumikan Hukum Langit Nasionalisasi Hukum Islam dan Islamisasi Hukum Nasional Pasca Reformasi. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2008
Foucault, Michel. Menggugat Sejarah Ide, terj. Idnyak Ridwan Muzir Yogyakarta: IRCiSoD, 2002.
Hanafi, Hassan. Dari Aqidah ke Revolusi, terj. Asep Usman Ismail, Suadi Putro, Abdul Rouf. Jakarta: Dian Rakyat, 2010.
Humaidi, Zuhri. “Fiqih dan Lokalitas dalam Perspektif Multikulturalisme.” Taswirul Afkar: Jurnal Refleksi Pemikiran Keagamaan dan Kebudayaan. no. 26 (2008).
Khalaf, Abdul Wahab, Ilm Usul al-Fiqh. Kuwait: Dar al-‘Ilm, tt.
Kuntowijoyo. Paradigma Islam Interpretasi Untuk Aksi. Bandung: Mizan, 2008.
Madaniy, Malik. Politik Berpayung Fiqh Membedah Perpolitikan Nusantara dengan Pisau Syariat melalui Penggalian Khasanah Islam Klasik maupun Kontemporer.Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2010.
Mahfudz, M. Sahal. Nuansa Fiqh Sosial. Yogyakarta: LKiS, 2011.
Massignon, Louis. Al-Hallaj Sang Sufi Syahid, terj. Dewi Candraningrum. Yogyakarta: Fajar Pustaka, 2000.
Muhammad, Husein. Perempuan, Islam dan Negara. Yogyakarta: Qalam Nusantara, 2016.
______ Islam Agama Ramah Perempuan Pembelaan Kiai Pesantren Yogyakarta: LKiS, 2013.
Munhanif, Ali, Ed. Mutiara Terpendam Perempuan dalam Literatur Klasik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002.
Munir, Lily Zakiyah, Ed. Memposisikan Kodrat Perempuan dan Perubahan dalam Perspektif Islam. Bandung: Mizan, 1999.
Syam, Nur. Madzhab-Madzhab Antropologi. Yogyakarta: LKiS, 2007.
Sahal, Ahmad dan Aziz, Munawir, Ed. Islam Nusantara Dari Ushul Fiqh Hingga Paham Kebangsaan. Bandung: Mizan, 2015.
Saifuddin dan Wardani, Tafsir Nusantara Analisis Isu-isu Gender dalam Al-Misbah karya M. Quraish Shihab Dan Tarjuman Al-Mustafid karya ‘Abd Al-Ra’uf Singkel. Yogyakarta: LKiS, 2017.
Firdaus, Akhol. “Membumikan Foucault dalam Pikiran Positivis Kita.”Gerbang 5, no. 12 (Juli-September 2002).
Yakin, Ayang Utriza. Sejarah Hukum Islam Nusantara Abad XIV-XIX M. Jakarta: Kencana, 2016.
Wahid, Abdurrahman. Islam Ku Islam Anda Islam Kita Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Institute, 2006.
Wahid, Marzuki dan Rumadi. Fiqh Madzhab Negara Kritik Atas Politik Hukum Islam di Indonesia.Yogyakarta: LKiS, 2001.
______ Fiqh Indonesia Kompilasi Hukum Islam dan Counter Legal Draft Kompilasi hukum Islam dalam Bingkai Politik Hukum Indonesia. Jawa Barat-Bandung: ISIF-Marja, 2014.
Zahrah, Muhammad Abu. Usul al-Fiqh. tt, Dar al-Fiqh, tt.
Published
2017-12-31
How to Cite
FAUZI, Moh Nur. Relasi Agama dan Kekuasaan dalam Pembentukan Hukum Islam di Nusantara Abad XIV-XIX. 'Anil Islam: Jurnal Kebudayaan dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 10, n. 2, p. 201-233, dec. 2017. ISSN 2528-7532. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/AnilIslam/article/view/62>. Date accessed: 16 aug. 2018.