Sejarah Tasawuf dengan Pendekatan Arkeologi

  • Masykur Arif Institut Ilmu Keislaman Annuqayah

Abstract

Tasawuf, sebagai ilmu, tidaklah lahir dengan mulus dan berkembang dengan pesat tanpa pertentangan di sana-sini. Kelahirannya, sebagaimana ilmu yang lain, diikuti dengan penolakan, mulai dari yang bernada biasa sampai yang cukup keras (diharamkan untuk dipelajari sebagai bagian dari ilmu keislaman, seperti ilmu-ilmu keislaman yang lain, karena dianggap sesat dan bid’ah). Namun, penolakan atau pertentangan ini tidak sepenuhnya harus dianggap membahayakan bagi keberlangsungan tasawuf. Sebab, dalam Filsafat Ilmu, penolakan itu dapat disebut sebagai proses falsifikasi. Jika suatu ilmu mampu bertahan di tengah terjangan falsifikasi, maka ilmu tersebut akan semakin mapan atau sempurna. Demikianlah yang dialami tasawuf. Buku yang ditulis doktor di bidang filsafat Islam dan tasawuf ini, mengetengahkan sejarah pemikiran tasawuf, mulai dari awal kelahirannya, perkembangannya, dan pertentangan yang menyertainya. Melalui metode arkeologi, dalam arti menggali kembali ide-ide atau pemikiran tasawuf yang terdapat pada tokoh-tokoh penting tasawuf, dan dibalut dengan pendekatan historis, penulis menjelaskan dengan renyah dan lincah pemikiran tasawuf dari awal lahirnya, ketersambungan idenya dari satu tokoh ke tokoh lain, dari tanah kelahirannya di Timur Tengah sampai menjejakkan kaki di Nusantara.

Published
2016-12-31
How to Cite
ARIF, Masykur. Sejarah Tasawuf dengan Pendekatan Arkeologi. 'Anil Islam: Jurnal Kebudayaan dan Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 9, n. 2, p. 353-359, dec. 2016. ISSN 2528-7532. Available at: <http://jurnal.instika.ac.id/index.php/AnilIslam/article/view/21>. Date accessed: 12 dec. 2019.
Section
Book Review